Remaja menatap layar ponsel dengan cemas di kamar redup

Judi Bola Musim Liga: Jebakan Riba Baru bagi Remaja Muslim

Setiap kali musim liga besar bergulir, baik Liga 1, Liga Champions, atau kualifikasi Piala Dunia, ada satu hal lain yang ikut naik daun: iklan taruhan bola di linimasa media sosial anak muda. Bukan rahasia lagi kalau grup WhatsApp remaja masjid pun kadang kebobolan spam link “prediksi jitu” atau “bonus new member 100%”. IMA sudah lama menyoroti soal ini lewat program literasi finansial melawan riba, tapi ada satu celah yang sering luput dari perhatian orang tua: judi bola online yang menyamar sebagai hobi mengikuti klub kesayangan.

Kasus 320 WNA di Jakarta Barat dan Angka yang Bikin Miris

Bulan Mei 2026 lalu, publik dikejutkan oleh penggerebekan besar. Pada 9 Mei 2026, Bareskrim Polri menangkap dan menahan 320 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam sindikat judi online di sebuah gedung perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Ini bukan kasus sekali jadi. Fenomena judi online bukan lagi kasus baru. Hampir setiap tahun aparat keamanan melakukan penggerebekan terhadap jaringan judi daring, baik yang melibatkan warga lokal maupun asing.

Yang lebih menyedihkan buat kami di IMA adalah data soal siapa yang paling rentan. Koordinator Kelompok humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Natsir Kongah, menyebut banyak kalangan pemuda yang bergaji rendah bermain judi online, dengan prosentase pemuda yang bermain mencapai 80 persen. Anak-anak dari keluarga pas-pasan justru yang paling dikejar iklan “menang cepat”. PPATK bahkan mencatat sesuatu yang bikin dada sesak: pada kuartal I-2025 jumlah deposit yang dilakukan oleh pemain berusia 10-16 tahun lebih dari Rp2,2 miliar, sementara usia 17-19 tahun mencapai Rp47,9 miliar. Ini bukan angka orang dewasa yang salah langkah. Ini remaja kita.

Bola, Odds, dan Jebakan yang Terlihat Ilmiah

Judi bola punya daya pikat khusus dibanding jenis judi online lain karena terasa “masuk akal”. Ada statistik, ada susunan pemain, ada analisis cedera. Situs seperti situs judi bola memasang pasaran untuk hampir semua liga populer, dari Premier League sampai Liga 1, lengkap dengan odds yang berubah menit demi menit sebelum kick-off. Remaja yang merasa paham taktik sepak bola gampang percaya diri bahwa mereka bisa “membaca pertandingan” lebih baik dari orang lain. Padahal, seperti dijelaskan berbagai kajian, odds itu sudah dirancang mengandung margin untuk bandar. Rasa percaya diri itu jebakan pertama.

Masalahnya, situs taruhan bola jarang berdiri sendiri. Kebanyakan merupakan pintu masuk ke ekosistem judi yang lebih luas, mulai dari slot sampai kasino digital. Sebuah situs bk8 misalnya menawarkan kombinasi taruhan olahraga sekaligus permainan kasino dalam satu akun yang sama, sehingga remaja yang awalnya cuma mau pasang taruhan bola akhirnya tergoda mencoba fitur lain. Dari sinilah kecanduan biasanya berkembang lebih cepat dari yang disadari orang tua.

Kenapa Ini Soal Riba, Bukan Cuma Soal Uang

Dalam kajian fikih, taruhan bola termasuk kategori maysir yang jelas dilarang, ditambah gharar karena hasilnya spekulatif dan tidak transparan. Ketika sudah menang, uang yang didapat pun bukan rezeki yang berkah, ini poin yang sering kami tekankan dalam program IMA. BAZNAS sendiri sudah bergerak ke arah ini. BAZNAS telah mengimplementasikan berbagai program dengan mengalokasikan dana zakat guna meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya judi online, dengan fokus pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat, terutama di kalangan pemuda. Kalau lembaga sebesar itu menjadikan judi online sebagai prioritas zakat, artinya masalah ini memang serius, bukan sekadar isu moral yang dibesar-besarkan.

Yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah

Larangan saja tidak cukup. Remaja yang dilarang nonton bola tanpa penjelasan biasanya cuma sembunyi-sembunyi. Yang lebih efektif adalah ngobrol soal bagaimana odds itu bekerja, kenapa bandar selalu untung dalam jangka panjang, dan kenapa Islam menyebut ini maysir bukan sekadar “kurang sabar”. Ajak anak diskusi soal klub favoritnya tanpa embel-embel taruhan, biarkan sepak bola tetap jadi hiburan yang sehat, bukan pintu ke aplikasi deposit.

Di IMA, kami berencana memperluas modul literasi finansial supaya bicara spesifik soal judi bola, bukan cuma judi online secara umum. Karena musim liga akan terus datang setiap tahun, dan iklan taruhan akan terus mengikutinya lewat linimasa anak-anak kita.